Februari 2007
2 Februari
Wah, Malika, bulan cepat berganti ya. Kita juga jarang berkomunikasi. Entah lewat SMS, atau apapun. Aku selalu menanti-nanti datangnya pesan darimu. Apa mau dikata, aku hanya berjumpa dengan kecewa. Aku kaget waktu kamu bales smsku. Pliss I need U. Aku berbunga-bunga. Ternyata ada yang meletakkanku pada tempat yang indah. Tapi apakah itu tidak hanya sekedar kata-kata tak bersubstansi seperti katamu? Lagi pula butuh di situ konteksnya apa.
Kata-kata memang kadang hanyalah kata-kata. Gobloklah aku jika menganggapnya lebih dari itu. Ia bukan representasi dari sebuah dunia yang syahdu, penuh haru. Yang kutahu, kata-kata darimu hanyalah sebatas kata, tidak untuk maksud yang lain. Aku saja yang tidak siap untuk menerimanya hanya sebagai kata. Tapi kalau begitu kata-kata darimu memang terasa garing. Ya, apa salahnya jika aku sedikit mendramatisirnya. “Agar hidup tidak sepi dari pengalaman afektif, agar jiwa menjadi lembut oleh denyut estetik.”