Mei 08
Jum’at 2 Mei 08
ADA
Apa yang bisa bisa diperoleh dari tulisan? Banyak. Karena setiap peristiwa yang melalang, tak selalu kita terkenang. Acapkali peristiwa-peristiwa menghilang, meski ia pernah ada, tapi bagaimanapun kita telah melupakannya. Nah, tapi sebelumnya apa itu “ADA”?
Selama ini, kesadaran tentang ada hampir jarang sekali merasuki pikiranku. Mungkin sesekali saja ia datang, tapi tidak pernah benar-benar peduli benar. Sepintas lalu saja dan kemudian pergi. Tak apalah. Mengerti masalah ini tak cukup berarti, pikirku. Kemudian aku bertemu Shadra juga Heidegger. Mereka menyatakan ada itu penting. Adalah yang membuat seluruh realitas ini ada. Aku cuma terbengong. Lho? Gimana sih?
Sering muncul sentimen ketika kata ada atau mengada disebut. Aku sering mengolok dengan ah, kamu ini mengada-ada saja. Bagiku selama ini, “ada” memang seakan hanya perihal yang ada-ada saja. Pemikir-pemikir menyatakan bahwa yang ada sebenarnya bukanlah yang seperti kita sangka ini. Di balik yang terindera ini, terdapat ada yang lebih hakiki. Sampai di sini aku bingung. Apa yang dimaksud dengan ada yang hakiki. Bagaimana sebuah kesimpulan seperti itu bisa dihasilkan oleh mereka?