Melinda

Januari 19, 2008 at 4:59 pm (Film)

Blog Entry Melinda & Melinda Sep 17, ’07 4:36 AM
for everyone

“What if one split second sent your life in two completely different directions?”
I know I choose to be happy in both.Woody Allen mungkin sutradara film kesayangan Amerika. Terlepas dari kehidupan pribadi yang kontroversial, dia telah dinominasikan untuk oscar lebih banyak dari siapapun di dunia industri film (dan memenangkan beberapa). Dia dinominasikan untuk sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, juga aktor terbaik, karena dia bermain sebagai aktor film sama baiknya ketika dia menulis skenario maupun mengarahkan sebuah film.

Saya menunggu film barunya yang berjudul Matchpoint (dibintangi Scarlett Johansson) yang belum masuk di Indonesia. Tapi saya menyempatkan diri nonton film Woody Allen yang lain berjudul Melinda & Melinda (2004, US 2005), agar saya siap membandingkan dengan film terbarunya nanti. Film Melinda & Melinda sendiri memang flop di pasar. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Senja

Januari 19, 2008 at 4:50 pm (Gumam)

22 Desember 2007

Untuk Senja yang Memesona

How is your Holyday? Everything is going to be ok, it’s right? Aku berharap menulis surat yang ceria untukmu, Senja. Aku mengenalmu sebagai gadis yang periang, selalu tersenyum, dan memiliki selera humor yang baik. Semoga aku tidak salah mengenai hal ini. (Kalau salah kau bisa membetulkannya sendiri ha ha…).

Hari ini aku baru saja tiba ke Jogja. Tiga hari aku berada di rumah bersamaan dengan libur Idul Adha. Aku bingung. Dari mana akan kumulai surat ini. Tapi yang tak boleh kulupakan, hatiku tergerak untuk menulis ketidaksengajaan kurang ajar sewaktu aku mencari-cari fotomu di komputer LKiS. Aku membuka file seorang teman. Teman senior di LkiS tepatnya. Ia menulis sebuah surat untuk seorang yang dikaguminya. Aku merasa tidak enak membaca tulisan itu. Tapi semakin kubaca, semakin lekat mata ini dan tak ingin berpaling dari sana. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Larut

Januari 19, 2008 at 4:50 pm (Gumam)

Malam mulai larut. Jam menunjuk pukul setengah dua. Aku ingin tidur awal. Tapi mungkin karena kopi beberapa gelas tadi mataku justru merasa bersemangat. Karena itu kuputuskan saja mengetik apa yang bersarang di kepalaku.

“Kebenaran itu seperti cicak,” bunyi surat Ivan Turgenev kepada Leo Tolstoy. “Yang kita tangkap hanya ekornya yang menggeliat-liat seperti hidup sementara cicaknya sendiri lepas.” Begitu banyak hal yang membutuhkan kesabaran. Demikian banyak hal berkelebat, dan kita ingin segera menangkap, mendekapnya erat, seakan itulah kebenaran yang kita cari. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Dunia Tanpa Kata

Januari 19, 2008 at 4:49 pm (Neurotic)

15 Januari ’08

Suatu kali di sebuah tempat kutemukan diriku sendiri. Saat itu aku tidak tahu dalam keadaan apa aku melihat diriku. Aku hanya melihat sosok yang aneh, kabur, dan seolah hanyalah siluet hitam yang suram dan seram.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pembuka

Januari 15, 2008 at 10:59 am (Uncategorized)

Saat ini aku tak tahu. Aku hanya ingin memulai.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »