Foto dan Dunia

April 25, 2009 at 10:54 am (Esai)

img0138a

Foto ini diambil pada saat saya duduk di kelas 2 Aliyah akhir. Setelah sekian lama berselang, saya menemukan foto itu kembali. Bermacam perasaan muncul. Foto atau gambar barangkali memang adalah sebuah dunia. Ia memiliki kesejarahan yang ikut membentuk dunianya. Foto bisa membawa seseorang kembali lagi ke dalam nuansa di mana dan di saat foto dibuat. Maka, foto memiliki dunia objektif. Objektif di sini bukan dalam arti sebuah makna yang ketat. Di sini lebih tepat obejektif dipahami bahwa foto membawa dunianya sendiri yang pernah hadir. Berikut penjelasan yang saya maksud. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Islam: Pandangan Seorang Penyair

April 25, 2009 at 10:16 am (Esai)

Oleh: Rif’an Anwar

Pada dasarnya Goenawan Mohamad adalah seorang penyair. Apakah profesi sebagai penyair ini perlu untuk mengetahui pandangan GM tentang Islam? Ignas Kleden dalam pengantarnya untuk kumpulan tulisan GM, Catatan Pinggir 2, melukiskan problema ini dengan menarik. Menurut Ignas Kleden memang cukup sulit untuk menghubungkan sifat tulisan atau pandangan dengan latar belakang pribadi penulisnya. Apa perlunya mengetahui bahwa Heidegger pernah menulis sajak untuk membaca Sein und Zeit? Goenawan sendiri memilih untuk tidak menghubung-hubungkan antara karya dengan pembuatnya. Ia sering merasa kesal menghadapi kritik puisi di Indonesia yang menurutnya lebih banyak membicarakan penyairnya ketimbang sajaknya.[1]

Kendatipun keberatan tersebut memiliki alasan yang cukup kuat, pendekatan seperti ini tetap perlu digunakan untuk melihat bagaimana seorang penyair melihat dunia dan fenomena di dalamnya. Penyair berurusan dengan dunia-dalam. Penyair menjunjung tinggi kreativitas dan kebebasan dalam berkarya. Oleh karena itu, dalam tulisan-tulisan GM, seperti akan dibahas nanti, terlihat kreativitas dan kebebasan dalam memahami agama atau dalam hal ini Islam, merupakan sikap yang menonjol. Baca entri selengkapnya »

Permalink 5 Komentar