Foto dan Dunia

April 25, 2009 at 10:54 am (Esai)

img0138a

Foto ini diambil pada saat saya duduk di kelas 2 Aliyah akhir. Setelah sekian lama berselang, saya menemukan foto itu kembali. Bermacam perasaan muncul. Foto atau gambar barangkali memang adalah sebuah dunia. Ia memiliki kesejarahan yang ikut membentuk dunianya. Foto bisa membawa seseorang kembali lagi ke dalam nuansa di mana dan di saat foto dibuat. Maka, foto memiliki dunia objektif. Objektif di sini bukan dalam arti sebuah makna yang ketat. Di sini lebih tepat obejektif dipahami bahwa foto membawa dunianya sendiri yang pernah hadir. Berikut penjelasan yang saya maksud.

Saat mengambil foto, saya mengatur apa yang akan difoto, bagaimana posisi objek-objek, sudut kamera, dan seterusnya. Dengan demikian, foto itu dari awal bertujuan untuk menyampaikan sesuatu. Sesuatu yang disampaikan dengan komposisi yang masuk dalam foto itulah yang saya maksud dengan objektif. Foto dalam tingkat tertentu memiliki makna dalam dirinya sendiri. Dengan pernyataan ini saya tidak berpendapat bahwa objektivitas makna hanya dimiliki oleh foto itu sendiri, atau bahkan si pembuat foto. Namun saya juga tidak sepenuhnya setuju, dalam konteks foto ini, bahwa makna bersifat sangat subjektif sehingga pengamat bisa memberi makna sesuka hantinya. Jika demikian Pengarang bukan saja telah mati, tetapi bahkan dibunuh dengan keji.

Heidegger menyatakan Dasein hidup di dunia yang saling memengaruhi dan dipengaruhi. Pemahaman Heidegger ini menjadi terpahami ketika saya melihat kembali foto tersebut empat tahun kemudian. Makna yang saya ingin tunjukkan pada waktu itu ternyata tidak berhenti. Ia senantiasa bergerak. Kekayaan makna menguak hasil saling keterpengaruhan antara saya dengan foto itu. Foto yang dulu hanya ungkapan eksistensi remaja, kini memiliki arti yang lebih. Gambar yang ada di foto masih sama, dengan maksud yang sama. Saya berdiri di depan papan tulis, dengan tulisan-tulisan, dan cahaya menyisir sebagian tubuh dan wajah: saya terhenyak. Hidup adalah pergulatan manusia dalam gelap mencari terang. Sebuah makna yang menguak dari persentuhan antara masa kini dengan masa lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: