Mari, Tertawa Bersama Filsuf Beken!

Oktober 31, 2012 at 9:05 am (Uncategorized)

Judul Buku: Si Buta Dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya

Pengarang: Rif’an Anwar

Penerbit: Kanisius

Cetakan ke-/Tahun: Pertama/2011

Tebal: 158 halaman

Apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata filsafat? Aksiologi, epistemologi dan antologi? Atau  buku teks tebal dari sejumlah filsuf kenamaan? Wah, baru dibayangkan saja sudah membuat seram. Terutama bagi Anda yang baru mulai belajar filsafat. Mendengar kata filsafat dapat menimbulkan ketakutan dan keengganan.

Ada kabar baik bagi Anda yang merasakan ketakutan ini. Sekarang Anda dapat mulai belajar filsafat dengan menyenangkan. Ya, mulai lah dengan tertawa bersama Plato, Nietzsche, Socrates, dan beberapa nama besar di bidang filsafat lainnya dalam ruang yang diciptakan oleh Rif’an Anwar pada buku mungil yang ia tulis, Si Buta dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya.

Dalam bukunya, Rif’an akan mengajak kita melihat beragam keseharian filsuf dalam anekdot yang menghibur. Kita akan dibawa makan bersama filsuf, yang ternyata penuh dengan tingkah laku aneh manifestasi dari pola pikir mereka. Selain itu, Rif’an juga mengajak kita bersenda-gurau mengenai tanda, silogisme, eksistensialisme, dan  banyak istilah filsafat lainnya yang acap kali dianggap sebagai sesuatu yang sangat serius.

Salah satu dari seratus anekdot dalam buku ini bercerita tentang Nietzsche dan Hitler. Rif’an berkisah pada suatu hari Nietzsche dengan emosi mendatangi Hitler. Nietzsche marah karena Hitler tidak sepenuhnya paham akan ajaran Nietzsche. Menurut Nietzsche Hitler salah menerapkan ajarannya.

“Ah, benarkah demikian. Tapi apa sebabnya, Nietzsche?”

“Hal itu sebabnya sederhana. Dari seluruh kumis yang ada pada bibirku, kau hanya mengambil secuil saja di bawah hidungmu. Itulah sebabnya kau hanya memahami pemikiranku sebatas kumis yang nempel di atas mulut kecil mu itu,” (halaman 100).

Setelah menyatakan protesnya terhadap Hitler, Nietzsche yang masih emosi dengan gegabah mendobrak jendela dan keluar dari sana. Nietzsche tidak sadar, ruangan Hitler berada di lantai lima.

Kisah Hitler dan Nietzsche, kisah si Buta dari Gua Plato, dan 98 kisah lainnya dipastikan dapat menghibur dan menjadi langkah awal untuk memancing keinginan belajar filsafat. Rif’an dengan cermat memberikan gambaran pada kita tentang pola pikir dan sifat para filsuf kenamaan yang akan kita temui ketika belajar filsafat.

Selain untuk para pemula di bidang filsafat, buku ini juga merupakan hiburan dan bahan perenungan bagi mereka yang telah banyak menelaah filsafat. Para filsuf itu, apakah selalu memandang hidup dengan terlalu serius?

Don’t take life too seriously, you’ll never get out of it alive, jangan memandang hidup terlalu serius, kamu tidak akan keluar hidup-hidup. Buku yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengingatkan kita untuk bersama menertawakan hidup, menertawakan filsafat sehingga kita bisa mehaminya dengan lebih mudah. Tidak menganggap filsafat sebagai momok menakutkan yang harus dipahami sekedar untuk membuat rangkaian penelitian dalam rangka menyelesaikan suatu jenjang pendidikan.

Dimulai dengan buku ini, mari buktikan filsafat pun dapat bersahabat dengan kita.

Ixora Tri Devi

Iklan

Permalink 1 Komentar