Monsoon Wedding

September 18, 2008 at 8:35 am (Film)

Menonton film adalah melihat lanskap kehidupan kita sendiri. Dari sana kita melihat, bahwa kehidupan di manapun dibelahan bumi ini, kapanpun, selalu dekat dengan hidup kita di sini, saat ini. Tapi persoalannya kemudian, bagaimanakah kriteria film yang bagus? Apakah film disebut baik karena kata penonton baik, atau film itu baik karena di dalamnya terdapat unsur-unsur yang membuat ia bisa dianggap baik? Apa yang ditonton banyak orang belum tentu film yang baik. Belum lagi bahwa film yang menarik bukan berarti dia adalah film yang baik. Terdapat perbedaan antara yang menarik dan baik.

Yang menarik adalah hal yang dengan sekilas langung merangsang rasa penasaran, entah karena sesuatu yang lucu, aneh atau hal lain yang dengan tiba-tiba menyeret kita dan kita betah di dalamnya. Yang baik, sebaliknya, adalah sesuatu yang ditemukan setelah kita mencermati tidak hanya sebuah bagian, akan tetapi secara keseluruhan yang belum tentu kita temukan meskipun kita telah cukup berusaha. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Film?

September 18, 2008 at 8:33 am (Film)

Kenapa Film? Film bisa menjelmakan realita atau hal yang maya sehingga bisa dinikmati dengan mata. Berbeda dengan novel atau cerpen. Tempat yang kita datangi adalah tempat yang hanya bisa kita bayangkan. Memang dunia dalam kata terkadang adalah dunia yang luar biasa, begitu personal, pribadi. Dari sebuah gambaran yang sama ia bisa menjelma menjadi berjuta makna dalam benak pembacanya. Tidak salah salah kalau sampai ada sebuah penerbit di Amerika yang menyertakan kalimat “Bacalah buku ini sebelum dirusak oleh Hollywood!”

Dunia kata, dengan kata lain, adalah sebuah dunia dengan berbagai pengalaman rasa. Setiap yang datang ke sana, ia bebas mendapat apa yang diinginkannya. Kata-kata tak mutlak menjadi penentu makna. Pembaca bisa dengan leluasa memberi tafsirnya sendiri. Hal ini bukan karena ia harus. Akan tetapi karena kata-kata itu sendiri adalah sebuah ruang dengan berbagai pintu yang terbuka. Ia bebas memilih yang mana. Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

The Namesake

Mei 23, 2008 at 2:43 am (Film)

“teruslah berjalan sampai kakimu tak lagi bisa melangkah…”

Namesake berkisah tentang sepasang suami isteri India yang memulai hidup baru di New York dan lika-liku hidup mereka di sana sebelum dan setelah mempunyai anak. Salah salah satu anak mereka, Gogol, yang tumbuh dalam dua kultur berbeda membuat kepribadiannya goncang. Ia terombang-ambing antara tetap “menjadi” India yang menurutnya “kuno” dan memilih Amerika yang modern. Film ini dengan baik memotret kehidupan keluarga India perantauan dengan aneka problemanya, seperti: kesulitan bahasa, kesulitan adaptasi dengang lingkungan, dan culture shock. Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Melinda

Januari 19, 2008 at 4:59 pm (Film)

Blog Entry Melinda & Melinda Sep 17, ’07 4:36 AM
for everyone

“What if one split second sent your life in two completely different directions?”
I know I choose to be happy in both.Woody Allen mungkin sutradara film kesayangan Amerika. Terlepas dari kehidupan pribadi yang kontroversial, dia telah dinominasikan untuk oscar lebih banyak dari siapapun di dunia industri film (dan memenangkan beberapa). Dia dinominasikan untuk sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, juga aktor terbaik, karena dia bermain sebagai aktor film sama baiknya ketika dia menulis skenario maupun mengarahkan sebuah film.

Saya menunggu film barunya yang berjudul Matchpoint (dibintangi Scarlett Johansson) yang belum masuk di Indonesia. Tapi saya menyempatkan diri nonton film Woody Allen yang lain berjudul Melinda & Melinda (2004, US 2005), agar saya siap membandingkan dengan film terbarunya nanti. Film Melinda & Melinda sendiri memang flop di pasar. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar